Want You To Know

romantis-300x336

Pernahkah terpikir olehmu, bahwa ada seorang wanita yang sedang berusaha memperbaiki dirinya hanya untuk dapat bersanding denganmu?

Aku memang belum lama mengenalmu, bahkan bertatap muka pun belum. Kita bertemu di dunia maya. Kita hanya sering berbincang melalui pesan singkat. Kebiasaanmu yang sering mengirim pesan singkat untukku telah membuatku kecanduan. Mulai dari pesan berisikian sapaan “Selamat pagi”, mengingatkan ku untuk beribadah, sampai mengingatkan waktu makanku. Tak jarang juga kau memanggilku dengan panggilan “sayang“. Iya, kalimat – kalimat sederhana itu terkadang membuatku merasa bahagia, obrolan demi obrolan yang sering terurai via telepon membuatku merasa dekat denganmu, bahkan sangat dekat. Seolah aku merasakan kehadiranmu di sisiku.

Namamu yang selalu ku lafalkan dalam setiap doa-doa baikku, berharap Tuhan menganggukkan kepala saat aku memintamu untuk menjadi yang halal bagiku.

Entahlah, semenjak aku mengenalmu perlahan aku berusaha memperbaiki diri ini. Aku ingin lebih dekat dengan Tuhan. Kehadiranmu sungguh memberikan dampak yang luar biasa, seperti ada kekuatan magis yang merasuki diri ini.

Aku selalu berharap, suatu saat Tuhan akan mengizinkanku bertemu denganmu. Ingin sekali rasanya becengkrama, bersenda gurau serta berbagi cerita lainnya denganmu secara nyata, bertatap muka.

Apakah kau pun menginginkan hal yang sama denganku?

Melalui tulisan-tulisan inilah aku mampu mengungkapkan apa yang aku rasakan terhadapmu.

Aku mencintaimu, sungguh.

Hanya saja mengapa kau sering menghilang tanpa kabar?

Lalu datang kembali dengan kata maaf, berjanji takkan mengulanginya lagi. Tapi maaf yang ku beri padamu tak lantas membuatmu berubah, berulang kali kau melakukan hal yang sama. Sejujurnya aku lelah, aku ingin menyerah.

Bukan, bukan berarti aku berhenti mencintaimu. Cintaku tetap, aku hanya ingin mencintaimu dengan cara yang berbeda.Cukuplah aku mencintaimu dalam diam, menyalurkannya lewat doa-doa sujudku dan menjagamu melalui Allah.

Sudah hampir satu bulan ini, aku tak mengetahui kabarmu. Semenjak aku memutuskan untuk pergi darimu. Semoga kau baik-baik saja disana.

Apa kau sudah menemukan seseorang yang kau cintai?

Yang tentu saja bukan aku.

Entahlah, aku masih sering merindukanmu.

Aku harap bukanlah sebuah dosa bila aku merindukanmu. Sekalipun itu adalah dosa, aku akan tetap dengan senang hati melakukannnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s