Hujan di awal Februari

Pagi ini, hujan ikut merayakan pergantian bulan. Ya, bulan Februari yang sering disebut-sebut sebagai bulan kasih sayang.

Februari?

Ada sesuatu yang tiba-tiba merasuki pikiran ini. Kenangan di masa lalu, di bulan yang sama tentunya.

Lucu, tapi bukan moment yang pas untuk dikenang sambil tertawa atau sekedar tersenyum.

Tepatnya dua tahun yang lalu, beberapa puluh bulan yang lalu, beberapa ratus minggu dan hari yang lalu.

Namanya masih tersimpan rapi di hati ini. Senyumnya, tawanya, marahnya, konyolnya, bodohnya juga tawa bersama yang sempat menyatu dalam jarak. Jarak yang selalu melemahkan bahkan memacu detak jantung.

Bukan jarak yang bikin aku jauh dari kamu, tapi rasa jenuh kamu yang semakin lama mulai memberi ruang untuk wanita lain yang kamu yakinkan hanya untuk “main-main”. Semakin lama semakin renggang dengan ruang yang semakin lebar.

Dengan siapapun kamu sekarang, sebahagia apapun dan selupa apapun dengan aku sekarang. Aku nggak pernah benci sama kamu. Berbagai macam cara aku berusaha menjauh dari kamu, tetap selalu ada keinginan untuk sekedar bilang, “Jaga kesehatan ya, Dit”.

Harusnya sekarang aku udah punya pacar baru kayak kamu. Harusnya aku udah nggak nulis sesuatu yang berhubungan ama kamu lagi. Harusnya aku udah nggak perlu manggil nama kamu didalam hati pas aku lagi nangis. Harusnya aku juga udah nggak perlu nangis pas nulis ini. Aku masih cengeng kayak dulu ya, Dit? Maaf.

yang pernah mencintaimu

dan berusaha melupakanmu

R

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s