Tu(h)an

blogger-image--2125363960

“Diam adalah pilihan terbaik saat kata-kata sudah tak mampu menerjemahkan apa yang dirasa.”

Lagi lagi aku harus mengalah dengan keadaan, kondisi, dan dengan segala ke-egoisanmu.

Meredam amarah, tangis, pun rindu yang ingin segera aku tuntaskan.

Terbelenggu dalam rasa yang aku pun tak mampu untuk menerjemahkannya.

Semua tentangmu, masih tentangmu, bahkan akan selalu tentangmu.

Aku hanyalah penunggu dengan jemari dan mata memeluk tabah:

Tuhan, kuatkan aku dalam menyayanginya,

karena aku ingin menghabiskan sisa umurku bersamanya.**

(**) dikutip dari Khrisna Pabichara

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s