Mamas

Mamas. Sebutan untuk seorang lelaki yang cukup dekat dengan gue.

Mamas. Seorang lelaki menyebalkan yang pernah gue sayang.

Mamas. Tetap menjadi sosok menyebalkan yang sering bikin gue bete sampai saat ini.

Kita -gue dan mamas, nggak termasuk elo- udah lama banget putus, kurang lebih setahun lah. Masih sering ketemu tanpa sengaja, tapi udah jarang komunikasi. Sebulan yang lalu sempet contact lagi, tapi ya ujung-ujungnya ya berantem juga. Entahlah, gue juga heran kenapa gue nggak pernah bisa akur sama dia, bahkan saat pacaran pun. Banyakan berantemnya daripada akurnya, tapi bisa sayang banget ama dia, dulu. Masalahnya sepele, kita buat janji untuk pergi, dia telat jemput, gue bete, terus gue batalin. Dan itu nggak cuma sekali.

Untuk catatan aja, gue nggak suka sama orang yang nggak bisa on time!!

Dan hari ini, dia datang ke kantor, masuk ruangan gue, duduk di depan meja gue, dan nelpon beberapa temennya. Ada nelpon cewek juga, entah siapa.

*lalu…

Kamu cemburu nggak aku nelpon gitu?

Enggak.

Kamu udah nggak sayang sama aku? Padahal aku sengaja nelpon cewek biar kamu cemburu.

Bodo amat.

Kamu itu sebenernya masih sayang sama aku. Cuma keadaannya aja yang…

*omongannya langsung gue putus*

Udah ah, bodo amat. Nggak usah di bahas lagi.

Yaudah aku pergi aja.

*dia pun berlalu*

Advertisements

2 thoughts on “Mamas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s