Permintaan Sederhana

Aku sedang memastikan doa-doa terjadwal rapi untuk malam ini, dan malam-malam berikutnya, sampai selamanya.

Kau ingin tau sebuah hal lucu?

Kata malaikat, Tuhan sedang tidak ingin diganggu dengan permintaanku

Sudah terlalu banyak ingin yang terkabul.

Tetapi bukan tentang memilikimu.

Sejak menjadi akrab dengan rasa takut, kenangan gemar sekali mengajak ribut.

Kini kepalaku sedang ramai, ada demonstrasi menuntut peradilan untuk kejahatan jarak yang tidak lagi bisa ditoleransi.

Biar dia dipasung oleh gelak tawa orang-orang yang bersulang merayakan temu.

Dan apakah kau ingin tau apa yang terjadi setelah itu?

Aku rajin mengangkat kedua tangan sedada

Mengisi telapak tangan dengan harapan

Memejamkan mata, dan mengucap namamu terbata-bata

Menyulam kegelisahan menjadi kata amin

Dan mengajari rindu untuk tabah menghitung waktu

Agar dia betah menemani jam dinding yang selalu mengeluh linu mengeja rahasia.

Siapa orang yang membuatmu rajin berdoa?

Sebab aku sedang tidak setiap menerima kehilangan

Sebab dia hanya memberikan dua pilihan; menangkis atau menangis.

Tunggu, jangan marah padaku

Sebab aku hanya ingin berbaik sangka

Memastikanmu baik-baik saja di sana.

Jika Tuhan punya waktu senggang untuk membaca tulisanku

Aku punya permintaan sederhana.

Pertemukanlah kita dalam keadaan saling jatuh cinta.

Karena.

Aku telah mengikat janji pada semua nadi jantungku

tiada satu pun yang boleh berdenyut

selain untukmu.

re-blog: Falen Pratama


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s