[Masih] Tentang Kamu

“Mungkin yang kamu tulis bukan tentangku, mungkin tidak akan pernah tentangku. Tapi yang kutulis, masih tentang kamu”.*

Aku masih suka menulis, terlebih menulis tentangmu. Kamu masih jadi topik utama dari setiap halaman yang kutuliskan. Aku tak pernah mampu menulis banyak cerita dengan tema yang selain kamu. Kamu, yang sampai saat ini hanya bisa kugambarkan melalui serangkaian kata-kata, tanpa pernah tau rupa sebenarnya.

Sosokmu masih menjadi imajinasi, yang dengan membayangkan saja mampu membuat bahagia. Kamu, yang masih menjadi ilusi yang selalu kuharap kehadirannya.

Aku masih selalu berharap, agar kelak semesta mempertemukan kita, tidak, bukan kita, aku dan kamu. Iya, aku dan kamu. Semoga semesta mempertemukan aku dan kamu dalam keadaan saling jatuh cinta.

Mungkin kamu tak pernah mengira, bahwa ada seorang wanita biasa nan sederhana yang menganggapmu sebagai semestanya, dan itu aku.

Aku percaya, semesta sedang menyiapkan waktu yang tepat untuk kita. Memberi kita waktu untuk saling memperbaiki diri, agar saat kita bertemu nanti semesta tak enggan untuk merestui.

Kurasa, aku tak perlu menjelaskan lagi bagaimana perasaanku padamu. Rasaku tak berubah sejak pertama kali saat kukatakan bahwa aku menyayangimu. Aku akan terus menyimpan rasa itu hingga semesta merebutmu dariku.

pic by: google

pic by: google

“Semesta, jikalau kelak tak kau ijinkan aku tuk bersamanya. Kuhanya meminta, pertemukanlah aku denganya untuk pertama dan terakhir kalinya.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s