Result and Review of 2015

Penghujung tahun 2015, kebanyakan orang udah membicarkan tentang resolusi 2016, kayak resolusi tahun ini udah banyak yang tercapai aja, atau bahkan nggak ada yang tercapai sama sekali?

goodbye-2015-hello-2016-number-3D-vector-694x417

Gue nggak seperti kebanyakan orang lainnya yang setiap tahun hobi banget bikin resolusi. Bukan, bukannya gue nggak punya harapan yang ingin dicapai, tapi gue lebih suka membiarkan segalanya berjalan, mengalir dengan sendirinya. Dengan catatan, ya, tetap lakukan yang terbaik.

Apa yang udah gue capai tahun ini?

  1. Gue berhasil nabung. Walaupun nggak banyak, tapi setidaknya gue sudah mampu menyisihkan sebagian uang yang gue dapat, dan berhasil untuk lebih berhemat a.k.a nggak boros.
  2. Gue bisa pergi liburan dengan hasil tabungan gue. Yap! Awal November lalu gue pergi ke Jogja sama temen-temen gue selama satu minggu.
  3. Awal tahun 2015, gue sempet bikin resolusi kalo tahun ini gue pegin nikah. Tercapaikah? Hampir. Kenapa hampir? Karena, kalo kemaren gue siap nikah dan nggak pake mikir-mikir lagi mungkin saat ini gue sudah menyandang status seorang istri. Tapi mungkin emang belum saatnya gue untuk menikah tahun ini.
  4. Untuk pekerjaan, alhamdulillah lancar. Awal tahun udah dapet kenaikan gaji, rezeki pun alhamdulillah ada aja, makanya gue bisa nabung.

Nggak banyak yang gue capai tahun ini, tapi gue bersyukur karena gue masih bisa melewatinya. Banyak hal yang terjadi di tahun ini, apalagi yang menyangkut relationship, nyampe pusing sendiri gue.

  1. Pertengahan bulan Maret, gue jadian sama seseorang yang gue kenal lewat dunia maya setahun yang lalu. Belum pernah ketemu, tapi bisa pacaran, gila nggak coba? Untuk pertama kalinya gue menjalani hubungan jarak jauh, Lampung – Cirebon. Emang kita belum pernah ketemu secara langsung, tapi kalo ketemu lewat video call sering, hehee.. Namanya juga orang jatuh cinta, kalo nggak gila ya nggak jatuh cinta namanya. Hubungan ini nggak bertahan lama, hanya sekitar lima bulanan gitu deh. Gue putus sama dia, karena feeling gue ke dia udah nggak enak, -jangan pernah sepelekan feeling gue- dan nyatanya emang bener, setelah gue putus ada kebenaran yang terungkap.
  2. Kakak-kakakan gue yang di Bandung tiba-tiba datang ke gue ngajak nikah, gue udah paham bangetlah sama orang ini. Tiga tahun gue kenal dia. Awalnya gue sanggupin bakal jadi istrinya dia, karena dulu pun gue ngebet banget pengin jadi pacarnya dia. Bahkan dulu gue sempet bilang ke dia kalo gue bakal terus nunggu. Tapi setelah dia datang lagi, mengajukan niat baiknya, guenya malah angot-angotan, gue ngilang, menghindar dari dia. Menghindarnya gue pun karena gue mau mikir, apa gue beneran siap/mau jalanin hidup sama dia? Apa hati gue masih berpihak sama dia? Jawabannya, TIDAK! Jadi, setelah beberapa hari menghilang, gue hubungi dia dan jelaskan semuanya.
  3. Gue sempet jalan lagi sama mantan gue -bukan mantan juga sih sebenernya- pokoknya gue jalanin lagi hubungan yang seharusnya udah nggak boleh dijalanin lagi. Tapi ya lagi-lagi sama dia ini cuma selingan aja, selingan kala gue bosan. Jahat? Nggak, orang dia juga tau.
  4. Sebulanan yang lalu ada seorang yang menghubungi gue, dengan to the point-nya dia bilang mau mengajak hidup bersama. Gue kenal dia dari anaknya bos gue dulu. Emang sih belum pernah bener-bener bertatap muka, tapi udah saling tau rupa. Dia pernah liat gue, gue pernah liat dia,-bukan lewat foto. Tapi belum jadi gue kasih jawaban, orangnya ngilang, padahalkan gue mau jawab, iya. Sedih nggak sih?

Itu beberapa poin yang terjadi dalam relationship gue. Saat ini gue lagi nggak mau fokus sama hal-hal seperti itu, capek aja menjalani hubungan yang siklusnya gitu-gitu terus. Tapi di tahun 2016 nanti, ada keinginan gue untuk mengubah mantan menjadi tamu undangan, bukan ngajak balikan, lho. Semoga tercapai, amiin..

Tahun ini emang berjalan nggak mulus-mulus banget, nggak bahagia-bahagia banget, pun ngggak sedih-sedih banget. Tapi, gue begitu menikmatinya.

Ini tulisan sebagai bahan pembelajaran untuk tau apa yang udah berhasil gue dapet dan apa yang gagal. Sebagai patokan untuk kedepannya agar bisa menghindari hal-hal yang sekiranya bisa menghambat perjalanan.

Semoga di tahun berikutnya, semakin banyak hal baik yang bisa gue capai, bisa jadi pribadi yang lebih baik lagi, dan jadi yang baik buat kamu. Iya, kamu :))

Selamat Tahun Baru^^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s