B P J S

Beberapa hari belakangan ini, timeline gue penuh dengan hestek #BacotSispai. Dari yang gue baca sih si Sispai ini adalah seseorang yang demen banget pinjem uang sana-sini demi untuk memenuhi gaya hidupnya, jalan-jalan ke luar negeri, nonton konser Coldplay, dan mungkin masih banyak lagi kebutuhan-kebutuhan sosialita lainnya. Tapi pas ditagih, mangkir.

Berawal dari akun @carimichan dan @takdos yang berani buka suara menceritakan kegelisahan mereka karena dana yang dipinjam Sispai ini belum juga dibalikin, terlebih jumlahnya juga nggak sedikit. Ternyata setelah mereka berdua kultwit tentang Sispai ini, banyak korban-korban lain yang bermunculan.

***

Jaman sekarang memang banyak banget sih orang tipe begitu, memaksakan diri untuk memenuhi gaya hidup yang bahkan untuk memenuhinya, gaji sebulan aja nggak cukup. Alhasil, pinjem uang sana-sini, gali lubang tutup lubang, dan parahnya ada yang sampe nipu, tsk.

Menurut gue, orang-orang seperti itu hanya menginginkan pengakuan dari orang lain agar bisa masuk dalam pergaulan manapun.

Nggak capek apa terus-terusan berpura-pura ‘berada’?

zarryzarry2

Gue setuju sama kutipan tweet di atas, nggak usahlah memaksakan diri untuk terlihat ‘Wah’ di mata orang lain. Hiduplah sesuai dengan kemampuan. Kalo cuma mampu beli tahu tempe, nggak usah maksain diri beli daging, yang ada malah nyusahin diri sendiri, ya nggak?

Ya bolehlah sesekali, tapi jangan keseringan. Takutnya malah jadi penyakit.

Orang di sekitaran gue ada beberapa yang begitu. Tiap ngomong gayanya selangit, punya ini itu, nggak mau pake barang murah, tapi yang diliat orang hari-harinya makan aja ngutang.

Mirisnya lagi, dia seperti itu karena pengin diterima di pergaulan. Tapi hasilnya malah nggak ada yang mau temenan sama dia, ya gimana yaa…  orang udah males duluan kali tau sifatnya seperti itu.

Mau punya temen, mau diterima di lingkungan, nggak gitu caranya. Jadi diri sendiri aja, kalo memang beneran ada yang mau jadi temen, dia akan menerima apa adanya.

Contoh lain, ada sebagian orang yang sibuk memenuhi gaya hidupnya. Sedangkan kebutuhan pokoknya malah terbengkalai.

Beli sepatu, baju, tas, gadget, yang harganya ratusan ribu bahkan jutaan, giliran akhir bulan sibuk cari pinjeman uang untuk biaya sekolah, biaya makan, cicilan motor.

Kalo hidupnya udah bergelimang harta mah ya bodo amat sih yaa mau beli apa suka-suka, lah ini? hidup udah pas-pasan tapi gaya selangit, pengin banget dianggap berada. Dikasih tau yang bener susah, ada aja alasannya; “Pengin nyenengin anak”.

Ya! Semua orang tua juga pengin kali bikin anaknya seneng, pengin anaknya setara dengan teman-temannya. Tapi ya sesuai takaran juga, sesuai kemampuanlah. Jangan BPJS (Budget Pas-pasan Jiwa Sosialita).

Intinya, hidup itu mesti bersyukur. Jangan maksa, dan jangan mengeluh!

Lebih baik hidup sederhana, tapi bahagia. Daripada hidup ‘sok’ mewah tapi utang di mana-mana.

Yo’i nggak tuh? ^^

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s