Maaf

Aku selalu mencoba untuk terlihat baik-baik saja, meski nyatanya pikiran dan hatiku diliputi cemas. Sekuat apapun usahaku untuk mengalihkannya, pikiranku selalu menujumu.

Aku sengaja untuk mengabaikanmu, pura-pura tak melihatmu meskipun kau berada tepat di hadapanku. Pura-pura tak mendengarmu saat kau memanggil namaku. Namun, taukah kau seberapa kuat usahaku untuk melakukan itu? Seberapa kuat aku menahan air mata agar tidak jatuh ketika berhadapan denganmu?

Bukan tanpa alasan aku bersikap seperti itu, aku hanya ingin mengakhiri hubungan yang memang sudah seharusnya diakhiri. Hubungan yang kita tau dengan jelas akan berakhir seperti apa.

Aku tak pernah berusaha untuk melupakan apapun yang pernah kita lalui, aku hanya membiarkan semuanya berlalu. Aku masih sering mengingat-ingat apa saja yang pernah kita lakukan bersama, asal kau tau aku bahagia ketika mengingatnya.

Kadang aku berharap agar Tuhan memberiku waktu sedikit saja untuk kuhabiskan bersamamu, untuk mengulang yang pernah ada sebelum akhirnya kita harus benar-benar terpisah.

Tak ada yang benar-benar aku benci dari dirimu, satu-satunya yang kubenci adalah kenyataan bahwa kita tak bisa bersama.

Pertemuan kita bukanlah sebuah kesalahan, aku yakin Tuhan punya rencana lain dibalik pertemuan kita. Terutama untukku yang tak bisa semaunya menjatuhkan hati.

Untukmu;

Terima kasih karena pernah menyayangiku dengan sungguh walau tak utuh.

Jauh di lubuk hatiku, namamu  akan selalu ada. Kisah tentang kita masih nyata bekasnya, biarlah waktu yang perlahan memudarkannya.

Maaf, karena dengan cara seperti ini aku pergi.

 

Kamu

Ada ruang hatiku yang kau temukan

Sempat aku lupakan, kini kau sentuh

Dirimu buatku selalu penasaran

Terkadang menjauh

Terkadang buatku tersipu malu

Mataku tak dapat terlepas darimu

Perhatikan setiap tingkahmu

Tertawa pada setiap candamu

Sungguh kau buatku bertanya-tanya

Manisnya ucapanmu membuatku tak menentu

Ku tak tau harus bagaimana?

Kau datang dan jantungku berdegup kencang

Tiada kusangka getaran ini ada

Sadarkah dirimu akan apa yang kurasa?

Haruskah diriku mengatakan yang sesungguhnya?

Aku bukan jatuh cinta

Namun aku jatuh hati

Terkadang kumerasa hampir tak mampu

Menghadapi kamu

Dan semua tanda tanyamu

Kuharap kau tau bahwa

Aku terinspirasi hatimu

Ku tak harus memilikimu

Tapi bolehkah ku selalu di dekatmu?

 

 

 

*Inspired: Lagu-lagu Raisa

Save Yourself

Berjuang seorang diri itu melelahkan. Sungguh.

Untuk apa mempertahankan seseorang yang enggan mempedulikanmu?

Untuk apa bertahan dengan seseorang yang mengingatmu hanya saat dia sedang butuh?

 

Sikap manis yang ia tunjukkan padamu selama ini mungkin hanya kepura-puraan saja.

Mungkin kamu juga yang terlalu percaya diri sehingga menganggap semua perlakuannya itu murni dari hati.

Barangkali ia hanya ingin mempermainkanmu saja, siapa yang tau?

 

Sadarlah hey!

Kalau memang dia benar menyanyangimu, tak seharusnya dia datang dan hilang seperti itu.

Datang, membuat nyaman lalu pergi.

Kemudian kembali dengan sejuta kata maaf.

 

Dia terlalu menggampangkan perasaanmu, karena kamu selalu memaklumi setiap kesalahannya.

Tegaskan pada dirimu, bahwa hubungan ini tak cukup baik untukmu.

Lupakan segala sesuatu tentang dirinya, fokuslah pada hal-hal yang lebih bisa membuatmu bahagia dan mampu menghargaimu.

 

p.s: terlalu sering dimaklumi, terkadang membuat sesorang jadi tak tahu diri.